Who Put the Hole in the Donut?

LIHAT DAN DENGARKAN VIDEO 2X

1X
– Lihat dan dengarkan video TANPA menyalakan subtitle / melihat transkrip dan terjemahan
– Tujuan dari langkah ini adalah membiasakan memahami atau menebak pada pendengaran pertama
– Di dunia nyata, tidak akan ada transkrip dan terjemahan, kita harus bisa mengenali dan memahami yang diucapkan pembicara/lawan bicara

– Lakukan 2 tebakan
– #1 Tebak apakah kamu bisa mendengar / mengenali kata-kata yang diucapkan
– #2 Tebak apakah kamu tahu penulisan + paham arti kata-kata yang diucapkan

– Tidak usah khawatir jika ada kata-kata yang tidak bisa dikenali dan ada kata-kata yang tidak bisa dipahami.

2X
– Putar ulang video sembari melihat Transkrip & Terjemahan
– Periksa apakah tebakanmu tadi benar
– Kalau di pendengaran pertama ada kata-kata yang kamu TIDAK bisa kenali dan pahami, ingat-ingat penulisan + artinya.

Mm, donuts.
Hmm, donat.

The guiltiest of guilty pleasures.
Kenikmatan yang paling memberikan rasa bersalah.

But where did the donut get its shape,
Tapi dari mana bentuk donat berasal,

and more specifically, who put the hole in the donut?
dan yang lebih spesifik, siapa yang menempatkan lubang di tengahnya?

Two competing theories set the stage for what would become known as the Great Donut Debate.
Dua teori yang saling bersaing memberi jalan pada apa yang akhirnya dikenal sebagai Perdebatan Hebat tentang Donat.

If you think of the quintessential American sweet snack, it is in fact the donut.
Kalau kamu berpikir tentang camilan manis Amerika yang paling mewakili, itu sebenarnya adalah donat.

That’s Michel Krondl.
Itu adalah Michel Krondl

He wrote this book.
Dia menulis buku ini.

The Donut, History, Recipes, and Lore from Boston to Berlin.
Donat, Sejarah, Resep dan Kisah dari Boston hingga Berlin.

Suffice to say Krondl is what you call a donut expert.
Bisa dikatakan Krondl adalah yang kamu sebut sebagai pakar donat.

When you have something so central to a culture as the donut is to American culture, you wanna tell stories around it.
Ketika kamu memiliki sesuatu yang begitu penting bagi sebuah kebudayaan seperti donat bagi kebudayaan Amerika, kamu ingin menceritakan kisah-kisah mengenainya.

We here at Great Big Story are no exception.
Tidak terkecuali kami di Great Big Story.

First part of our story takes us to 1916,
Bagian pertama dari kisah ini membawa kita ke tahun 1916,

where a Boston Post reporter interviewed Hanson Crockett Gregory.
di mana wartawan Boston Post mewawancarai Hanson Crockett Gregory.

Gregory gives this long interview,
Gregory memberikan wawancara panjang ini,

where he explains how he invented it,
di mana dia menjelaskan bagaimana dia menciptakannya,

which was that he was on board a ship when he was around 15 years old
bahwa dia sedang berada di atas kapal ketika dia berumur sekitar 15 tahun

when he had the clever idea of poking out the middle so that the whole thing would cook evenly.
dan dia memiliki ide cemerlang untuk melubangi bagian tengah supaya semua bagian termasak dengan rata.

This, he claims, made him the Columbus of the donut hole.
Dia mengklaim bahwa ini membuatnya (Kristoper) Kolombus untuk lubang donat.

Gregory’s story spread like wildfire.
Cerita Gregory menyebar luas.

The story was picked up by newspapers all over the country.
Ceritanya diterbitkan koran-koran di seluruh penjuru Amerika.

This made him a star.
Ini membuatnya seorang yang terkenal.

It was little unclear why they believed the story of an 85-year-old sailor, given the reputations sailors have.
Tidak begitu jelas mengapa mereka mempercayai cerita pelaut berusia 85 tahun, mengingat reputasi yang umumnya dimiliki pelaut.

Skepticism aside, donuts grew more and more popular over the years,
Dengan mengesampingkan keraguan, donat menjadi semakin terkenal dari tahun ke tahun,

due in large part to a donut dunking fad.
terutama karena tren mencelupkan donat.

Donut dunking becomes a national obsession.
Mencelupkan donat menjadi sebuah obsesi nasional.

In 1941, the National Dunking Association,
Pada tahun 1941, Asosiasi Nasional Pencelupan Donat,

yes, a real thing,
ya, organisasi ini benar-benar ada,

hosted the Great Donut Debate,
menyelenggarakan Perdebatan Hebat tentang Donat,

where the question was “Who put the hole in the donut?”
di mana pertanyaannya adalah “Siapa yang meletakkan lubang di donat?”

And one side of the debate was the proposal that Captain Gregory had in fact invented the donut hole as he had explained, which is as a youth on the ship.
Di satu sisi adalah teori bahwa Kapten Gregory sebenarnya menciptakan lubang donat seperti yang dijelaskannya, yaitu saat dia masih remaja di atas kapal.

And on the other side, Chief High Eagle of Wampanoag Tribe.
Dan teori lainnya, Kepala Suku High Eagle dari Suku Wampanoag.

Chief High Eagle had a completely different story.
Kepala Suku High Eagle memiliki cerita yang benar-benar berbeda.

Many generations ago, a member of his tribe was pursuing a settler.
Di jaman generasi lampau, seorang anggota dari sukunya sedang mengejar seorang pendatang.

And this settler apparently had a donut in her hand,
Dan pendatang ini ternyata membawa donat,

and this young Indian brave shot an arrow,
dan seorang pemuda suku Indian yang gagah berani menembakkan anak panah,

which created a hole right in the middle of the donut.
yang menciptakan lubang di tengah donat itu.

In the end, the celebrity panel awarded Gregory with the innovation.
Pada akhirnya, panel selebriti menganugerahkan inovasi itu kepada Gregory.

And though we can never prove that Hanson Crockett Gregory put the first hole in the donut,
Dan meskipun kita tidak pernah bisa membuktikan bahwa Hanson Crockett Gregory menciptakan lubang pertama pada donat,

the tale lives on.
kisahnya tetap hidup hinggat saat ini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.