This is the World’s Loneliest Tree

LIHAT DAN DENGARKAN VIDEO 2X

1X
– Lihat dan dengarkan video TANPA menyalakan subtitle / melihat transkrip dan terjemahan
– Tujuan dari langkah ini adalah membiasakan memahami atau menebak pada pendengaran pertama
– Di dunia nyata, tidak akan ada transkrip dan terjemahan, kita harus bisa mengenali dan memahami yang diucapkan pembicara/lawan bicara

– Lakukan 2 tebakan
– #1 Tebak apakah kamu bisa mendengar / mengenali kata-kata yang diucapkan
– #2 Tebak apakah kamu tahu penulisan + paham arti kata-kata yang diucapkan

– Tidak usah khawatir jika ada kata-kata yang tidak bisa dikenali dan ada kata-kata yang tidak bisa dipahami.

2X
– Putar ulang video sembari melihat Transkrip & Terjemahan
– Periksa apakah tebakanmu tadi benar
– Kalau di pendengaran pertama ada kata-kata yang kamu TIDAK bisa kenali dan pahami, ingat-ingat penulisan + artinya.

This is a story of a plant, but not just any plant.
Ini adalah cerita tentang sebuah tanaman, tapi bukan hanya sekedar tanaman.

It is the story of a plant that long, long ago once ruled the world.
Ini adalah cerita sebuah tanaman yang dulunya pernah menguasai dunia.

A plant that, today, is the very last of its kind.
Sebuah tanaman yang saat ini adalah spesies terakhir dari jenisnya.

It’s this plant, behind me, Encephalartos woodii.
Tanaman itu adalah, di belakang saya, Encephalartos woodii.

E. Woodii for short,
Singkatnya E. Woodii,

and I’ve been looking after it for over 20 years.
dan saya sudah merawatnya lebih dari 20 tahun.

It was named for British botanist, John Medley Wood, who in 1895 discovered it growing on a hillside on the coast of South Africa.
Ia diberi nama setelah ahli botani dari Inggris, John Medley Wood, yang pada tahun 1895 menemukan tanaman ini tumbuh di sebuah lereng di pantai di Afrika Selatan.

A strange, handsome plant caught his eye,
Sebuah tanaman yang aneh dan indah menarik perhatiannya,

and he carefully removed a small portion of it and had it shipped all the way to London to here, Kew Gardens, where it’s been for the last 117 years.
dan dengan hati-hati dia mengambil sebagian kecil dari tanaman itu dan mengirimkannya ke London, ke tempat ini, Kew Gardens, di mana tanaman ini berada selama 117 tahun terahir.

But its history goes much, much further back.
Tapi sejarahnya lebih jauh sebelum itu.

You see, Encephalartos woodii, is what is known as a cycad, and cycads have been around for 300 million years.
Encephalartos woodii, dikenal dengan nama pakis haji, pakis haji sudah ada selama 300 juta tahun.

As the millennium rolled on,
Ketika milenium bergulir,

cycads flourished providing shade for triceratops,
pakis haji tumbuh subur memberikan keteduhan untuk triseratop,

a perch for pterodactyls,
tempat bertengger untuk pterodaktil,

and a tasty snack for brontosauruses.
dan makanan yang lezat untuk brontosaurus.

At one point during the Jurassic, cycads made up 20% of all the plants on Earth, and covered every corner of the globe.
Suatu saat dalam masa Jurassic, 20% dari semua tanaman yang ada di Bumi adalah pakis haji, dan ia ada di setiap sudut planet ini.

But the good times couldn’t last forever.
Tapi masa-masa indah tidak bertahan lama.

The dinosaurs went extinct.
Dinosaurus punah.

Ice ages came and went.
Zaman es datang dan pergi.

New modern plants, like conifers and fruit trees, started pushing cycads out,
Tanaman baru yang lebih modern, seperti konifer (tetumbuhan runjung) dan pohon buah-buahan, mulai menggeser pakis haji,

and the once proud population of E. Woodiis were reduced, and reduced, and reduced until there was possibly only one left.
dan populasi E. Woodii yang dulunya membanggakan berkurang, dan berkurang dan berkurang hingga mungkin hanya tinggal tersisa satu pohon.

One single solitary E. Woodii growing quietly on a hillside.
Satu pohon E. Woodii yang tumbuh dengan tenang di sebuah lereng.

Which brings us right back to John Medley Wood.
Yang membawa kita kembali pada John Medley Wood.

At the time, he had no way of knowing just how rare his discovery was,
but expedition after expedition in search of more E. Woodii have proved fruitless.
Waktu itu, dia tidak tahu betapa langka penemuannya, tapi ekspedisi demi ekspedisi mencari E. woodii telah terbukti gagal.

You see, cycads are dioecious,
Pakis haji adalah tumbuhan yang termasuk kategori penyerbukan terbuka,

meaning, you need separate male and female plants to create a new one,
artinya, kamu perlu tumbuhan jantan dan tumbuhan betina yang terpisah untuk bisa menciptakan tumbuhan yang baru,

and this one happens to be a male, a true lonely bachelor.
dan pohon ini kebetulan adalah pohon jantan, benar-benar bujangan yang kesepian.

If a female mate cannot be found, it really will be the last of its kind.
Jika pohon betina tidak bisa ditemukan, pohon akan menjadi pohon yang terakhir.

To this day, researchers are still looking.
Sampai sekarang, peneliti masih mencari.

After all, it’s a big world, there might just be a chance.
Bagaimanapun juga, dunia ini besar, mungkin saja ada peluang.

In the meantime, it’ll have me to keep him company.
Untuk saat ini, saya yang akan menemaninya.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.