The Teen Sneaker Dealer to the Rich and Famous

LIHAT DAN DENGARKAN VIDEO 2X

1X
– Lihat dan dengarkan video TANPA menyalakan subtitle / melihat transkrip dan terjemahan
– Tujuan dari langkah ini adalah membiasakan memahami atau menebak pada pendengaran pertama
– Di dunia nyata, tidak akan ada transkrip dan terjemahan, kita harus bisa mengenali dan memahami yang diucapkan pembicara/lawan bicara

– Lakukan 2 tebakan
– #1 Tebak apakah kamu bisa mendengar / mengenali kata-kata yang diucapkan
– #2 Tebak apakah kamu tahu penulisan + paham arti kata-kata yang diucapkan

– Tidak usah khawatir jika ada kata-kata yang tidak bisa dikenali dan ada kata-kata yang tidak bisa dipahami.

2X
– Putar ulang video sembari melihat Transkrip & Terjemahan
– Periksa apakah tebakanmu tadi benar
– Kalau di pendengaran pertama ada kata-kata yang kamu TIDAK bisa kenali dan pahami, ingat-ingat penulisan + artinya.

Any shoe you need, I probably have.
Sepatu apa pun yang kamu perlukan, aku mungkin punya.

If I don’t have it, I can get it for you in 24 hours.
Kalau aku tidak punya, aku bisa mencarikannya untukmu dalam 24 jam.

If you’re a rapper and you have a video shoot, and you need the shoes coming out in two weeks,
Kalau kamu seorang rapper dan kamu ada shooting video, dan kamu perlu sepatu itu siap dalam dua minggu,

I just have to make a call, and I’ll get it for you.
aku hanya perlu menelpon dan aku akan mendapatkannya untukmu.

Every day millions of people tune to DJ Khaled’s Snapchat.
Setiap hari jutaan orang memperhatikan Snapchat DJ Khaled.

The key to more success is to have a lot of pillows.
Kunci untuk lebih banyak keberhasilan adalah memiliki banyak bantal.

One of my favorite DJ Khaled appearances is this kid.
Salah satu penampilan DJ Khalid favorit saya adalah anak ini.

Ben, how’s business in the new year?
Ben, bagaimana bisnis di tahun baru?

Booming.
Ramai.

I see you.
Aku bisa lihat.

He’s 16 years old and he’s at the helm of a burgeoning sneaker empire.
Dia berusia 16 tahun dan di puncak kerajaan bisnis sneaker yang berkembang.

One that he says has done nearly a million dollars in business and boasts clients like DJ Khaled and Chris Brown.
Kerajaan bisnis di mana dia berkata kalau dia sudah melakukan bisnis hampir senilai satu juta dolar dan bersumbar memiliki pelanggan seperti DJ Khaled dan Chris Brown.

Are you at the studio?
Apa kamu di studio sekarang?

Meet the Sneaker Don.
Perkenalkan sang Bangsawan Sneaker.

So, my name is Benjamin Kapelushnik, people call me Benjamin Kicks, but most of you guys know me as the Sneaker Don.
Namaku Benjamin Kapelushnik, orang-orang memanggilku Benjamin Kicks, tapi kalian mengenalku sebagai Bangsawan Sneaker

School ends at three o’clock and I get home at, like, four. I eat dinner, do some homework, and go straight to the office space.
Sekolah selesai jam 3 sore dan aku sampai rumah jam empat. Aku makan malam, mengerjakan pekerjaan rumah dan langsung menuju ke kantor.

And like any good don, family’s important.
Dan seperti bangsawan yang baik, keluarga itu penting.

I’m Ben’s littlest brother.
Saya adik Ben yang paling kecil.

I’m his manager, so if you need anything, call me.
Saya manajer Ben, jadi kalau kamu perlu apa-apa, telpon saya.

Okay, not that family.
Ok, bukan keluarga itu.

I’m the mother of the Sneaker Don.
Saya ibu dari sang Bangsawan Sneaker.

To me, he’s my little boy, but I also see a businessman.
Bagi saya, dia adalah anak kecil saya, tapi saya juga melihatnya sebagai seorang pengusaha.

He had a goal, he’s self-driven, he’s motivated, he’s a hard worker.
Dia punya cita-cita, dia penuh dengan inisiatif, dia termotivasi, dia seorang pekerja keras.

The great dons, they say, come from humble beginnings.
Bangawan hebat, mereka bilang, berasal dari awal yang sederhana.

The first pair of sneakers that actually got me in the sneaker game,
Sneaker pertama yang membuatku masuk ke bisnis sneaker

I was in fifth grade, the galaxy pack came out, and I got the Lebrons.
Aku di kelas lima, Galaxy Pack muncul, dan saya dapat Lebrons

I loved sneakers after that.
Aku suka sneaker setelah itu.

Probably around sixth grade when my parents didn’t want to fund my sneaker hobby anymore
I had to figure out a way how to get the money for it.

Mungkin ketika kelas enam ketika orang tuaku tidak ingin membiayai hobi sneaker saya lagi, aku harus mencari cara untuk mendapatkan uang untuk hobiku.

And then I realized if I buy five or ten pairs by paying people to stand in line for me,
Lalu aku menyadari kalau aku membeli lima atau sepuluh sepatu dengan membayar orang untuk membeli untukku,

I could sell it to a larger clientele and make more money, plus get my shoes for free.
aku bisa menjualnya ke pelanggan yang lebih besar dan mendapat profit dan sepatu gratis.

And then it just finally broke through and money just started coming in.
Lalu akhirnya itu terjadi dan uang mulai masuk.

At first it amazed me how sneakers can go for, like, so much money for like one shoe people are charging
a thousand and I thought it was a, like, joke or something.
Awalnya aku tercengang bagaimana sneaker bisa menjadi begitu mahal, ada satu sepatu yang dijual seharga seribu dolar dan aku pikir itu lelucon.

$1,000?
$1,000?

But hey that’s why he’s the Sneaker Don.
Tapi hei, mungkin itulah mengapa dia Bangsawan Sneaker.

So, what comes next?
Lalu apa selanjutnya?

Really excited to open up a physical store.
(Aku) Sangat antusias untuk membuka toko fisik.

The first location is gonna be Miami, and then I’m trying to do L.A., New York, and Chicago.
Lokasi pertama nantinya di Miami, lalu aku akan coba Los Angeles, New York dan Chicage.

All my friends, when they dropped out of the sneaker game they’re like “It’s dead, it’s over,
Semua teman-temanku, ketika mereka berhenti dari bisnis sneaker, mereka berkata, “Ini sudah mati, ini sudah selesai.”

there’s no more, like, you’re not doing anything,
tidak ada lagi, kamu tidak melakukan apa-apa,

you’re wasting your time, you’re gonna lose money.”
kamu buang-buang waktu, kamu akan kehilangan uang.”

None of the above was true.
Semuanya tidak ada yang benar.

Played themselves.
Mereka berkata untuk diri mereka sendiri.

Indeed they did, Sneaker Don. Indeed they did.
Memang benar demikian, Bangsawa Sneaker. Memang benar demikian.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.