The Sibling Rivalry Behind Adidas Versus Puma

LIHAT DAN DENGARKAN VIDEO 2X

1X
– Lihat dan dengarkan video TANPA menyalakan subtitle / melihat transkrip dan terjemahan
– Tujuan dari langkah ini adalah membiasakan memahami atau menebak pada pendengaran pertama
– Di dunia nyata, tidak akan ada transkrip dan terjemahan, kita harus bisa mengenali dan memahami yang diucapkan pembicara/lawan bicara

– Lakukan 2 tebakan
– #1 Tebak apakah kamu bisa mendengar / mengenali kata-kata yang diucapkan
– #2 Tebak apakah kamu tahu penulisan + paham arti kata-kata yang diucapkan

– Tidak usah khawatir jika ada kata-kata yang tidak bisa dikenali dan ada kata-kata yang tidak bisa dipahami.

2X
– Putar ulang video sembari melihat Transkrip & Terjemahan
– Periksa apakah tebakanmu tadi benar
– Kalau di pendengaran pertama ada kata-kata yang kamu TIDAK bisa kenali dan pahami, ingat-ingat penulisan + artinya.

Adidas and Puma are two of the biggest rivals in shoes.
Adidas dan Puma adalah dua rival terbesar dalam dunia sepatu.

But did you know that their founders were two halves of a once happy family business
Tapi tahukah kamu bahwa pendiri mereka adalah separuh dari satu bisnis keluarga yang dulunya bahagia

that turned into a level of brother rage so intense it will get the sneakerheads’ tongues awaggin’?
yang berubah menjadi pertengkaran saudara begitu intens hingga menjadi bahan pembicaraan pecinta sneaker?

See what I did there?
Kamu lihat apa yang aku lakukan tadi?

In the 1930’s, the Dassler brothers’ sport shoe company in Bavaria made the most kick-ass athletic shoes in all the land.
Pada tahun 1930-an, perusahaan sepatu olahraga Dassler bersaudara di Bavaria membuat sepatu atletik paling keren di dunia.

The company even gave Jesse Owens a pair of shoes to compete in the 36th Olympics.
Perusahaan ini bahkan memberi Jesse Owens sepasang sepatu untuk bertanding di Olimpiade yang ke-36.

When Jesse won, the brothers’ shoes blew up.
Ketika Jesse menang, sepatu buatan dua bersaudara ini meledak.

But all of that success was not good for their relationship.
Tapi semua kesuksean itu tidak baik untuk hubungan mereka.

Tensions flared.
Ketegangan memburuk.

Some say there was stealing, affairs, resentment and after World War II the brothers were so out of step they eventually ended the company.
Beberapa mengatakan ada pencurian, skandal, kemarahan dan setelah Perang Dunia II, dua bersaudara ini benar-benar sudah tidak serasi lagi mereka akhirnya menutup perusahaan mereka.

In 1949, Adolf, or Adi Dassler, formed Adidas a play on his nickname.
Pada tahun 1949, Adolf atau Adi Dassler, mendirikan Adidas, permainan dari nama panggilannya.

Rudolf Dassler started Puma because, well, that name is awesome.
Rudolf Dassler mendirikan Puma, karena, well, namanya keren.

The brothers sued each other many, many times over the years over all sorts of design and trademark issues costing each other a fortune in lawyers and suits.
Dua bersaudara ini saling menuntut berkali-kali selama bertahun-tahun karena masalah desain dan merek dagang menghabiskan banyak uang untuk pengacara dan gugatan.

Their two factories built in the same Bavarian village of Herzogenaurach polarized the community with local people picking sides by picking shoes.
Dua pabrik mereka dibangun di desa Bavarian yang sama, Herzogenaurach, mengadu masyarakat dan membuat warga berpihak dengan memilih sepatu yang mereka pakai.

The brothers died two years apart.
Dua saudara ini meninggal dunia terpaut dua tahun

They were buried at opposite ends of the village graveyard.
Mereka dikuburkan di ujung yang berlawanan satu sama lain di tempat pemakaman yang sama.

Proof that even in death there remained a great bitter divide between them.
Bukti bahwa dalam kematian masih ada pemisah yang besar di antara mereka.

And so it was for decades until 2009.
Dan itu berlangsung berpuluh-puluh tahun hingga tahun 2009.

Employees of Adidas and Puma in the village where the two companies still have their headquarters came together and played a friendly soccer match
Karyawan Adidas dan Puma di desa di mana dua perusahaan masih memiliki kantor pusat mereka berkumpul dan bermain sepak bola persahabatan.

and started the process of healing decades of enmity
dan memulai proses penyembuhan permusuhan puluhan tahun

and began a new era of love and shoes.
dan memulai era baru cinta dan sepatu.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.