Watch a Train Run Through Thailand’s Most Dangerous Market

LIHAT DAN DENGARKAN VIDEO 2X

1X
– Lihat dan dengarkan video TANPA menyalakan subtitle / melihat transkrip dan terjemahan
– Tujuan dari langkah ini adalah membiasakan memahami atau menebak pada pendengaran pertama
– Di dunia nyata, tidak akan ada transkrip dan terjemahan, kita harus bisa mengenali dan memahami yang diucapkan pembicara/lawan bicara

– Lakukan 2 tebakan
– #1 Tebak apakah kamu bisa mendengar / mengenali kata-kata yang diucapkan
– #2 Tebak apakah kamu tahu penulisan + paham arti kata-kata yang diucapkan

– Tidak usah khawatir jika ada kata-kata yang tidak bisa dikenali dan ada kata-kata yang tidak bisa dipahami.

2X
– Putar ulang video sembari melihat Transkrip & Terjemahan
– Periksa apakah tebakanmu tadi benar
– Kalau di pendengaran pertama ada kata-kata yang kamu TIDAK bisa kenali dan pahami, ingat-ingat penulisan + artinya.

Okay, just watch.
Ok, perhatikan saja.

Three, two, one.
Tiga, dua, satu.

This is Thailand’s Maeklong Market.
Ini adalah Pasar Maeklong di Thailand.

About an hour south of Bangkok, every day beginning at 6:20 in the morning,
Sekitar satu jam di selatan Bangkok, setiap hari mulai dari jam 6.20 pagi,

a train runs through Maeklong Railway Market, one of the largest produce and seafood markets in Thailand,
kereta api melewati Pasar Kereta Maeklong, salah satu pasar hasil bumi dan makanan laut terbesar di Thailand,

through the stalls selling fruit, ice cream, fish, through everything.
melewati kios-kios yang menjual buah, es krim, ikan, melewati semuanya.

And if you’re wondering which came first, the market or the train, the answer is the market.
Dan kalau kamu bertanya-tanya mana yang terlebih dulu ada, pasar atau keretanya, jawabannya adalah pasar.

The Maeklong Railway built a commuter train to Bangkok back in 1905.
Perusahaan Kereta Maeklon membangun kereta komuter ke Bangkok pada tahun 1905.

The track they laid ran right through the middle of this market, which had been around for decades.
Rel yang mereka bangun melewati bagiah tengah pasar ini, yang sudah ada selama puluhan tahun.

Rather than moving, the vendors stayed put, adjusting their business to the train times,
Daripada berpindah, para pedagang memilih tinggal, menyesuaikan usaha mereka ke jadwal kereta,

eight times a day, seven days a week.
delapan kali sehari, tujuh hari seminggu.

This system has been perfected over the years.
Sistem ini sudah disempurnakan selama bertahun-tahun.

With produce just inches from the train’s wheels, tourists and vendors wait as the train passes through.
Dengan hasil-hasil bumi hanya beberapa inci dari roda kereta, pelancong dan pedagang menunggu ketika kereta lewat.

Then, everything goes back to normal, or at least as normal as an active train line market can be.
Lalu, semuanya kembali ke normal, atau paling tidak senormal pasar di jalur kereta api.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.