Take That, Dad

TERJEMAHAN

My father called me ‘stupid’ a lot.
Ayah saya sering mengatai saya “bodoh”.

Even when I’d bring home good grades, he’d say things like: ‘You’re smart, but you don’t know anything.’
Bahkan ketika nilai saya bagus, dia akan berkata seperti: “Kamu pandai, tapi kamu tidak tahu apa-apa.”

I just wasn’t a big reader like him.
Saya bukan kutu buku seperti dia.

He always had a book in his hand.
Dia selalu membawa buku ke mana-mana.

Math was my thing.
Hobiku adalah matematika.

During lunch I’d go to the junior high library and sit on the floor with puzzle books.
Saat makan siang, aku akan pergi ke perpustakaan SMP dan duduk di lantai dengan buku teka-teki.

Now I’m a teacher, and I’ve taught every math class in the high school curriculum.
Sekarang saya seorang guru dan saya sudah mengajar semua kelas matematika di kurikulum SMP.

A few years ago I was teaching my precalculus class, and I stumbled upon a set of numbers that generated ellipses with identical positioning in both the rectangular and polar coordinate systems.
Beberapa tahun yang lalu saya mengajar kelas pra-kalkulus saya dan secara tidak sengaja menemukan sekelompok angka yang menghasilkan elipsis dengan penempatan identik di sistem koordinat kotak dan polar.

So I turned them into variables, wrote a two-page proof, and had my work published in a journal called The Mathematics Teacher.
Lalu saya ubah itu menjadi variabel, membuat pembuktian sepanjang dua halaman, dan berhasil membuat hasil kerja saya itu diterbitkan sebuah jurnal bernama “Guru Matematika”.

Take that, Dad.
Lihat itu, Yah.