Sounds of the Nightmare Machine

LIHAT DAN DENGARKAN VIDEO 2X

1X
– Lihat dan dengarkan video TANPA menyalakan subtitle / melihat transkrip dan terjemahan
– Tujuan dari langkah ini adalah membiasakan memahami atau menebak pada pendengaran pertama
– Di dunia nyata, tidak akan ada transkrip dan terjemahan, kita harus bisa mengenali dan memahami yang diucapkan pembicara/lawan bicara

– Lakukan 2 tebakan
– #1 Tebak apakah kamu bisa mendengar / mengenali kata-kata yang diucapkan
– #2 Tebak apakah kamu tahu penulisan + paham arti kata-kata yang diucapkan

– Tidak usah khawatir jika ada kata-kata yang tidak bisa dikenali dan ada kata-kata yang tidak bisa dipahami.

2X
– Putar ulang video sembari melihat Transkrip & Terjemahan
– Periksa apakah tebakanmu tadi benar
– Kalau di pendengaran pertama ada kata-kata yang kamu TIDAK bisa kenali dan pahami, ingat-ingat penulisan + artinya.

There’s the rulers.
Ada penggaris.

The reverb tank.
Kotak gema.

The ebow.
Busur.

A normal instrument.
Sebuah lat musik biasa.

You’re playing it and you’re expecting it to have a sound that is pleasing.
Kamu memainkannya dan mengharapkan alat itu memiliki suara yang menyenangkan.

But with an instrument like this, the goal is to just produce sounds that, in this case, are disturbing.
Tapi dengan alat musik seperti ini, tujuannya adalah menghasilkan suara yang, dalam hal ini, menggelisahkan.

The Apprehension Engine was an instrument that creates a variety of really creepy and some would say horrifying sounds.
Mesin Ketakutan adalah alat musik yang menciptakan beragam suara yang benar-benar menakutkan dan beberapa orang mengatakan suara yang mengerikan.

My name is Mark Korven.
Nama saya Mark Korven.

I’m a film music composer and lately, I’ve been focusing on horror movie scores.
Saya adalah komposer musik dan belakangan ini, saya sedang memfokuskan diri di musik film horor.

Two of my biggest hits as far as horror films are concerned was from the late nineties, a film called Cube.
Dua dari musik terbesar saya dalam kategori film horor berasal dari akhir tahun 90-an, sebuah film berjudul Cube.

And, most recently, The Witch.
Dan, yang paling belakangan ini, The Witch.

I originally commissioned the Apprehension Engine because I was tired of the same digital samples, which resulted in a lot of sameness of a lot of horror musics.
Saya awalnya memesan Mesin Ketakutan karena saya bosan dengan sampel digital yang sama, yang menghasilkan banyak kesamaan dalam musik horor.

So, I was looking for something more experimental, more acoustic that would give me a little bit more of an original sound.
Saya mencari sesuatu yang lebih eksperimental, lebih akustik yang akan memberikan saya suara yang lebih orisinal.

That’s where I contacted my friend, Tony Duggan-Smith.
Itulah mengapa saya menghubungi teman saya, Tony Duggan-Smith.

So, Mark called me asking me to create a crazy instrument for horror films.
Mark menelpon saya dan meminta saya untuk menciptakan sebuah alat musik gila untuk film-film horor.

Because I’d never done anything like that before, it made me empty out all my pockets and all my drawers of any knick-knacks and bits of bobs…
Karena saya belum pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya, itu membuat saya mengosongkan semua saku dan laci saya dari pernak-pernik dan pemberat…

I could possibly string together to make it happen for him.
yang saya mungkin bisa gabungkan untuknya.

And this is what came of it.
Dan inilah hasilnya.

You’re dealing with things that stir primal emotions and feelings.
Kamu berurusan dengan hal-hal yang mengaduk emosi dan perasaan primal.

And there actually is a skill set that you have to acquire in order to get the most out of it.
Dan sebenarnya ada set keterampilan yang kamu harus kuasai supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

It expresses what really can’t be expressed any other way.
Alat ini mengekspresikan apa yang benar-benar tidak bisa diekspresikan dengan cara lain.

It’s not music in the traditional sense, at all.
Ini bukanlah musik dalam definisi tradisional yang ada.

But, let me put this way.
Tapi ijinkan saya menjelaskannya begini.

The Apprehension Engine definitely evokes an emotion, so I would call it music.
Mesin Ketakutan pastinya membangkitkan sebuah emosi, jadi saya menyebutnya musik.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.