Marriage Story Movie Trailer

What I love about Nicole.
Yang saya sukai dari Nicole.

She is a mother who plays, really plays.
Dia adalah seorang ibu yang bermain dengan anak-anak, benar-benar bermain.

What I love about Charlie.
Yang saya sukai dari Charlie.

He loves being a dad.
Dia suka menjadi seorang ayah.

He loves the things you’re supposed to hate, like waking up at night.
Dia menyukai hal-hal yang seharusnya kamu benci, seperti bangun di malam hari.

She knows when to push me, when to leave me alone.
Dia tahu kapan saatnya mendorong saya, kapan saatnya membiarkan saya sendiri.

He never lets other people keep him from what he wants to do.
Dia tidak pernah membiarkan orang lain menghalanginya dari apa yang ingin dia lakukan.

Dad, you’re too far.
Yah, Ayah terlalu jauh.

I know.
Ayah tahu.

It’s not easy for her to close a cabinet.
Tidak mudah baginya untuk menutup lemari.

He’s incredibly neat.
Dia luar biasa rapi.

She’s brave.
Dia berani.

He’s brilliant.
Dia jenius.

She’s very competitive.
Dia sangat kompetitif.

He’s very competitive.
Dia sangat kompetitif.

So, I’ll tell Charlie what’s happening, and Cassie, you then hand him the envelope.
Jadi, aku akan bilang Charlie apa yang terjadi, dan Cassie, kamu lalu menyerahkan amplop itu padanya.

I just get nervous.
Aku langsung cemas.

Well, can you un-serve?
Well, bisakah kamu tidak menyerahkan surat itu?

You mean like take it back?
Maksud Ibu membatalkan?

Charlie and I are getting a divorce, Mom.
Saya dan Charlie akan bercerai, Bu.

You can’t be friends with him anymore.
Ibu tidak bisa berteman lagi dengannya.

G-ma!
G-ma!
Catatan: Panggilan kesayangan, bisa jadi kependekan dari Grandma (Nenek) untuk membahasakan anak memanggil nenek mereka.

Charlie-bird!
Charlie-bird!

Mom.
Bu.

Mom?
Ibu?

What?
Apa?

You know, most people in my business, you’re transactions to them.
Sebagian besar orang di industri saya, mereka menganggapmu transaksi.

I like to think of you as people.
Saya lebih suka menganggapmu sebagai orang.

Oh, okay, good.
Oh, ok, bagus.

You remind me of myself on my second marriage.
Kamu mengingatkan saya pada diri saya sendiri di pernikahan saya yang kedua.

Part of what we’re gonna do together is tell your story.
Sebagian dari apa yang akan kita lakukan bersama adalah menceritakan kisahmu.

Did you dye your hair again?
Kamu menyemir rambutmu lagi ya?

No, this is me.
Ngga, dari dulu juga seperti ini.

You don’t like it?
Kamu ngga suka?

Is it shorter?
Apa ini lebih pendek?

I prefer it longer, but…
Aku lebih suka kalau lebih panjang, tapi…

How are you doing?
Bagaimana kabarmu?

I realized I didn’t ever really come alive for myself.
Saya menyadari saya tidak pernah benar-benar hidup untuk diri saya sendiri.

I was just feeding his aliveness.
Saya hanya ‘menyuapi’ kehidupannya.

I’ll never get to really be his parent again.
Aku tidak akan pernah benar-benar menjadi orang tuanya lagi.

He needs to know I fought for him.
Dia perlu tahu bagaimana aku memperjuangkannya.

It’s not as simple as not being in love anymore.
Ini tidak sesederhana tidak lagi saling mencintai.

Eventually, it’ll be the two of you having to figure this out…
Pada akhirnya, kalian berdualah yang harus menyelesaikan ini…

together.
bersama.

If we start from a place of reasonable,
Kalau kita mulai dari sebuah titik masuk akal,

and they start from a place of crazy,
dan mereka mulai dari titik yang gila.

when we settle,
ketika kita mencapai kesepakatan,

we’ll be somewhere between reasonable and crazy.
kita akan berada di antara masuk akal dan gila.