I Was The Only Black Person

TERJEMAHAN

When I first moved here I was living with my uncle in Long Island.
Ketika aku pertama kali pindah ke sini, aku tinggal bersama pamanku di Long Island.

He lives in a Jewish neighborhood.
Dia tinggal di kawasan Yahudi.

I accidentally set off his alarm one night when I came home.
Suatu malam, secara tidak sengaja aku menyebabkan alarm rumahnya berbunyi ketika aku pulang.

I couldn’t defuse it.
Aku tidak bisa mematikannya.

The alarm kept screaming: ‘Burglary! Burglary! Burglary!’
Alarmnya terus berbunyi: “Perampokan! Perampokan! Perampokan!”

I was the only black person in the neighborhood at the time, so I panicked.
Saat itu, aku satu-satunya orang kulit hitam di kawasan itu, jadi aku panik.

I knew it didn’t look good.
Aku tahu itu tidak kelihatan bagus.

And I didn’t want to die in this movie.
Dan aku tidak ingin mati dalam ‘film’ ini.

So the first thing I did was call 911.
Jadi yang pertama kulakukan adalah menelpon 911.

The operator was like ‘What’s your emergency?’
Operatornya berkata: “Apa keadaan daruratmu?”

I told her: ‘I’m staying at my uncle’s house, and the alarm is going off, and I need you to tell the responding officer to expect a black man.’
Aku jawab: “Saya tinggal di rumah paman saya, dan alarmnya berbunyi, dan aku butuh bantuanmu untuk memberitahu petugas yang merespon bahwa dia akan melihat seorang berkulit hitam.”

And she said: ‘Is your uncle black too?’
Dan dia bertanya: “Apakah pamanmu berkulit hitam juga?”

And I said: ‘Ma’am, all of us are black.’
Dan aku jawab: “Bu, kami semua berkulit hitam.”

Then I fixed up a bowl of macaroni and cheese, turned on all the lights, stood in the middle of the living room, and waited for the knock.
Lalu aku menyiapkan semangkuk keju dan makaroni, menyalakan semua lampu, berdiri di tengah ruang tamu dan menunggu ketukan pintunya.