I Was Eating Sleeping and Shitting Libraries

TERJEMAHAN

I was eating, sleeping, and shitting libraries.
Aku makan memikirkan perpustakaan, tidur memikirkan perpustakaan, berak memikirkan perpustakaan.

My life was becoming a little one note.
Hidupku perlahan menjadi tentang satu catatan kecil saja.

All my friends were librarians.
Semua temanku adalah pustakawan.

My social life consisted of professional development conferences.
Kehidupan sosialku meliputi konferensi pengembangan profesi.

I needed another source of inspiration.
Aku butuh sumber inspirasi yang lain.

So I started writing comic book reviews online.
Lalu aku mulai mengulas buku komik daring.

I built up a nice little portfolio.
Aku ciptakan portfolio kecil yang lumayan.

One of my reviews was actually quoted on the back of a comic book.
Salah satu ulasanku dikutip di belakangh salah satu buku komik.

Another one got copied and pasted into a marketing email.
Ulasan lainnya disalin dan dicetak di sebuah surel (email) pemasaran.

They spelled my name wrong but it still felt great.
Mereka salah mengeja namaku tapi rasanya tetap luar biasa.

I haven’t made any money yet, but you can’t put a price tag on this.
Aku belum menghasilkan uang, tapi kamu tidak bisa menilai ini dengan nominal uang.

I’m writing all the time.
Aku menulils setiap saat.

I’m engaging a part of brain that was being ignored.
Aku menggunakan bagian otak yang selama ini terlupakan.

Two years ago I just worked in library sales.
Dua tahun lalu aku hanya bekerja di penjualan perpustakaan.

Now I’ve got a press pass to Comic Con.
Sekarang aku punya tiket masuk ke event Comic Con.