How to Measure Emotional Intelligence

SUMBER BERITA
https://www.wikihow.com/Measure-Emotional-Intelligence

TIPS BELAJAR
1. Baca konten berita di atas.
2. Baca terjemahan dari konten berita.
3. Dengarkan audio dari konten berita.
4. Dengarkan lagi audio dari konten berita sampai kamu mengerti pengucapan setiap kata.
5. Tirukan audio pengucapan konten berita.

TERJEMAHAN
How to Measure Emotional Intelligence
Bagaimana Mengukur Kecerdasan Emosional

Emotional intelligence is your ability to assess and take control of your own emotions and recognize the emotions of others. A person who has high emotional intelligence is able to harness their emotions when thinking and problem solving and manage their own emotions, as well as those of others. To measure emotional intelligence, you can use standard tests. You can also ask questions to assess a person’s emotional intelligence. If you find you’re lacking in this skill, you can take steps to improve your own emotional intelligence.
Kecerdasan emosional adalah kemampuanmu untuk menilai dan mengambil kendali atas emosimu sendiri dan mengenail emosi orang lain. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi mampu memanfaatkan emosi mereka ketika berpikir dan menyelesaikan masalah dan mengolah emosi mereka dan juga emosi orang lain. Untuk mengukur kecerdasan emosional, kamu bisa menggunakan tes standar. Kamu juga bisa mengajukan pertanyaan untuk menilai kecerdasan emosional seseorang. Jika kamu kurang terampil dalam keahlian ini, kamu juga bisa mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kecerdasan emosionalmu.

#2 Assessing Emotional Intelligence Using Conversation
#2 Menilai Kecerdasan Emosional Melalui Percakapan

1. Ask the person to describe a bad day and how they dealt with it.
One way to judge a person’s emotional intelligence is to assess how they deal with a situation in which everything has gone wrong.
For instance, a person who blames other people and just gets angry and frustrated is not particularly emotionally aware or intelligent.
However, a flexible person who is able to effectively adapt and cope to bad situations has more emotional maturity.
1. Mintalah orang tersebut untuk menceritakan sebuah hari yang buruk dan bagaimana mereka mengatasinya. Satu cara untuk mengukur kecerdasan emosional seseorang adalah menilai bagaimana mereka berhadapan dengan sebuah situasi di mana segala sesuatu berjalan tidak seperti yang dikehendaki. Sebagai contoh, seseorang yang menyalahkan orang lain dan hanya marah dan frustasi bukanlah orang yang sadar atau cerdas secara emosional. Tetapi, seorang yang fleksibel yang mampu untuk beradaptasi dan mengatasi situasi buruk secara efektif lebih memiliki kedewasaan emosi.

2. Discuss how they get along with other people. If you’re in an interview or other situation in which you’re trying to assess a person’s emotional intelligence, try getting them to discuss their work relationships. If they don’t seem to get along with anyone or have a nice thing to say about anyone, they probably aren’t as emotionally mature as you’d like.
For instance, someone might say, “I try to keep my work relationships professional, and truthfully, I prefer to work alone.” This could indicate a lack of emotional intelligence.
However, someone who says, “I enjoy working with all types of people, so I’m so happy that my workplace encourages cooperation,” may have a bit more emotional maturity.
2. Diskusikan bagaimana mereka bergaul dengan orang lain. Jika kamu berada di sebuah wawancara atau situasi lain di mana kamu mencoba untuk menilai kecerdasan emosional seseorang, cobalah untuk mengajak mereka mendiskusikan pergaulannya di tempat kerja. Jika mereka tidak bisa bergaul dengan orang lain atau tidak punya hal baik tentang orang lain yang bisa mereka ceritakan, mereka mungkin tidak dewasa secara emosi seperti yang kamu kira.
Sebagai contoh, seseorang mungkin berkata, “Saya mencoba untuk menjaga pertemanan kerja saya profesional, dan sejujurnya, saya lebih suka bekerja sendiri.” Ini bisa mengindikasikan kurangnya kecerdasan emosional.
Tetapi, seseorang yang berkata, “Saya menikmati bekerja dengan semua jenis orang, jadi saya senang bahwa tempat saya bekerja mendorong kerjasama,” mungkin lebih memiliki kedewasaan emosi.

3. Let them teach you something. This tactic might seem a little bizarre, but an emotionally intelligent person will take on this challenge with relish. Be sure to push the person to describe things you don’t understand, and see how they respond. An emotionally intelligent person will try to rework what they’re saying so you can understand, while a person who is less emotionally intelligent may start getting frustrated or agitated.
3. Biarkan mereka mengajarimu sesuatu. Taktik ini mungkin terlihat sedikit aneh, tapi seorang yang cerdas secara emosi akan menerima tantangan ini dengan senang hati. Pastikan untuk mendorong orang tersebut untuk menjelaskan sesuatu yang tidak kamu pahami dan lihat bagaimana mereka merespon. Seseorang yang secara emosi cerdas akan mencoba untuk mengulangi apa yang mereka jelaskan supaya kamu bisa memahami, sedangkan orang yang kurang cerdas secara emosi mungkin akan mulai frustasi atau gelisah.

4. Ask about who they admire. This question helps you assess what values the person admires. In turn, you can at least see who they aspire to be, as we often admire people who we strive to be like. That tells you what level of emotional intelligence the person is working towards.
4. Tanyakan kepada mereka siapa yang mereka kagumi. Pertanyaan ini membantumu menilai nilai-nilai apa yang mereka kagumi. Sebagai gantinya, kamu bisa paling tidak melihat mereka ingin jadi seperti siapa, karena kita sering mengagumi orang yang kita berusaha kita tiru. Hal itu menandakan tingkat kecerdasan emosional yang orang tersebut sedang usahakan.