How Instant Ramen Became an Overnight Success

LIHAT DAN DENGARKAN VIDEO 2X

1X
– Lihat dan dengarkan video TANPA menyalakan subtitle / melihat transkrip dan terjemahan
– Tujuan dari langkah ini adalah membiasakan memahami atau menebak pada pendengaran pertama
– Di dunia nyata, tidak akan ada transkrip dan terjemahan, kita harus bisa mengenali dan memahami yang diucapkan pembicara/lawan bicara

– Lakukan 2 tebakan
– #1 Tebak apakah kamu bisa mendengar / mengenali kata-kata yang diucapkan
– #2 Tebak apakah kamu tahu penulisan + paham arti kata-kata yang diucapkan

– Tidak usah khawatir jika ada kata-kata yang tidak bisa dikenali dan ada kata-kata yang tidak bisa dipahami.

2X
– Putar ulang video sembari melihat Transkrip & Terjemahan
– Periksa apakah tebakanmu tadi benar
– Kalau di pendengaran pertama ada kata-kata yang kamu TIDAK bisa kenali dan pahami, ingat-ingat penulisan + artinya.

Some people associate instant noodles with broke college students,
Beberapa orang mengasosiasikan mi instan dengan mahasiswa yang tidak punya uang,

but instant ramen wasn’t created for a bunch of hungry 20 year olds.
tapi ramen instan tidak diciptakan untuk sekumpulan orang muda berusia 20 tahun yang lapar.

The man who invented them was much more ambitious.
Orang yang menciptakannya lebih ambisius.

He set out to solve a hunger crisis in Japan.
Dia ingin memecahkan krisis kelaparan di Jepang.

After World War II, food shortages plagued Japanese cities,
Setelah Perang Dunia II, kekurangan pangan menyerang kota-kota di Jepang

so the U.S. supplied wheat flour and encouraged the Japanese to make bread
jadi Amerika Serikat memberikan suplai tepung gandum dan mendorong Jepang untuk membuat roti.
.
One man named Momofuku Ando didn’t understand why his people would make bread instead of noodles, something that was already part of their culture.
Satu orang bernama Momofuku Ando tidak mengerti mengapa orang Jepang akan membuat roti alih-alih mi, sesuatu yang sudah menjadi bagian dari budaya mereka.

Ando decided to take matters into his own hands and create a new ramen made to last.
Ando memutuskan untuk terlibat dan menciptakan ramen baru yang tahan lama.

He spent a year trying to figure out how to preserve the noodles.
Dia menghabiskan waktu satu tahun mencoba untuk mencari tahu bagaimana cara mengawetkan mi.

He needed a nonperishable, tasty, and easy recipe, but it was a challenge to maintain the robust flavors and unique texture that most people were accustomed to.
Dia memerlukan resap yang tahan lama, enak dan mudah, tapi ada tantangan untuk mempertahankan rasa yang kuat dan tekstur unik yang orang sudah terbiasa.

It wasn’t until his wife was making dinner one night and he threw some noodles in a bowl of hot tempura oil
that he realized flash frying the noodles was the answer he had been looking for.
Baru sampai ketika istrinya menyiapkan makan malam suatu hari dan dia memasukkan mi ke sebuah mangkuk berisi minyak termpura yang panas dia menyadari menggoreng cepat mi adalah jawaban yang selama ini dia cari.

This method not only dehydrated them, it left small perforations that allowed the noodles to recook quickly.
Metode ini tidak hanya mengeringkan mi, proses itu meninggalkan lubang kecil yang memungkinkan mi untuk dimasak kembali dengan cepat.

And there you have it, instant ramen noodles became an instant success.
Dan itulah dia, ramen instan menjadi sukses instan.

Ando’s products gained notoriety when he introduced the packaged ramen in the 1950s and later Cup Noodles in 1978.
Produk Ando menjadi terkenal ketika dia memperkenalkan ramen bungkus pada tahun 1950 dan lalu Cup Noodles pada tahun 1978.

His company began selling upwards of 40 billion units every year, and Momofuku Ando became a culinary icon in Japan.
Perusahaannya mulai menjual leboih dari 40 milyar unit setiap tahunm dan Momofuku Ando menjadi ikon kuliner di Jepang.

So, the next time you heat up a cup of instant noodles, remember, you’re slurping down a little piece of history.
Jadi, lain kali kamu memanaskan segelas mi instand, ingatlah, kamu sedang mencucup sebuah kepingan kecil sejarah.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.

Fitur ini hanya bisa diakses Premium Member.
Untuk bergabung menjadi Premium Member, klik di sini.