Here’s Why Dunkin’ Donuts Is Removing ‘Donuts’ From Its Name

SUMBER BERITA
https://www.entrepreneur.com/article/319245

TIPS BELAJAR
1. Baca konten berita di atas.
2. Baca terjemahan dari konten berita.
3. Dengarkan audio dari konten berita.
4. Dengarkan lagi audio dari konten berita sampai kamu mengerti pengucapan setiap kata.
5. Tirukan audio pengucapan konten berita.

TERJEMAHAN
In 1948, William Rosenberg founded a restaurant in Quincy, Mass., called “Open Kettle,” selling doughnuts for 5 cents each and cups of coffee for 10. Two years later, Rosenberg renamed the business “Dunkin’ Donuts.”
Pada tahun 1948, William Rosenberg mendirikan sebuah rumah makan di kota Quincy, Massachusetts* bernama “Open Kettle”, yang menjual donat seharga 5 sen dan secangkir kopi seharga 10 sen. Dua tahun kemudian, Rosenberg menamai ulang perusahaannya “Dunkin’ Donuts.”
*Mass. adalah kependekan dari Massachusets, salah satu negara bagian di Amerika Serikat.

Since then, Dunkin’ Donuts has grown to have 12,000 locations in 45 countries. The franchise chain serves almost 2 billion cups of coffee every year — at a price a lot higher than 10 cents.
Sejak saat itu, Dunkin’ Donuts telah berkembang dan memiliki 12.000 lokasi di 45 negara. Jaringan waralaba ini menyajikan hampir 2 miliar cangkir kopi setiap tahun — di harga lebih yang jauh lebih mahal dari 10 sen.

Many things have changed, but the name has been the same.
Banyak hal telah berubah, tapi namanya tetap sama.

That could change. The company has been testing a name change to “Dunkin’” for about a year now, and there are already some restaurants which do not contain the word “Donuts” on their store signs.
Itu mungkin akan berubah. Perusahaan itu telah melakukan percobaan penggantian nama ke “Dunkin'” selama hampir satu tahun ini, dan sudah ada beberapa rumah makan yang tidak menyertakan kata “Donuts” di papan nama rumah makan mereka.

According to a release by Dunkin’ Donuts, the company intends to continue testing this brand change. That testing will start in a familiar location — Quincy, Mass., where the first Dunkin’ Donuts opened.
Menurut sebuah pernyataan dari Dunkin’ Donuts, perusahaan berniat untuk melanjutkan percobaan perubahan brand ini. Percobaan akan mulai dilakukan di lokasi yang familirar — kota Quincy, Massachusetts, di mana gerai Dunkin’ Donuts yang pertama dibuka.

“The new 2,200-square-foot Quincy location, which is located about one mile away from the original Dunkin’ Donuts location, is the first of 30 or more new and remodeled Dunkin’ Donuts restaurants that will test variations of the new design this year,” the press release says. “Dunkin’ Donuts’ final new store design is expected to be unveiled once testing is complete. The Quincy store is also one of a select number of Dunkin’ Donuts restaurants testing new signage that refers to the brand simply as “Dunkin’.”
“Gerai baru di Quincy seluas 2.000 kaki persegi, yang teretak sekitar satu mil dari gerai pertama Dunkin’ Donuts, adalah gerai pertama dari 30 atau lebih rumah makan Dunkin’ Donuts yang dimodifikasi ulang yang akan mencoba variasi desain baru tahun ini,’ demikian dikatakan dalam rilis pers. “Desain final gerai baru Dunkin’ Donuts diperkirakan untuk diresmikan setelah tahap percobaan selesai. Gerai kota Quincy juga adalah salah satu dari rumah makan Dunkin’ Donuts terpilih yang mencoba papan nama baru yang merujuk pada brand sebagai “Dunkin'” saja.

That’s not the only thing that’s changing, either. Dunkin’ Donuts says it wants to focus on improving and changing seven other aspects. They are:
Itu tidak hanya satu-satunya yang berubah pula. Dunkin’ Donuts mengatakan mereka ingin fokus meningkatkan dan mengganti tujuh aspek lainnya. Antara lain:

Restaurant design.
The company plans to use lighter-colored materials, more open layouts and more natural light.
Desain rumah makan
Perusahaan berencana untuk menggunakan bahan yang berwarna lebih muda, tata letak yang lebih terbuka dan lebih banyak pencahayaan alami.

A faster drive-thru experience.
Customers who order ahead on Dunkin’s Mobile App could skip the drive-thru lane and merge straight into the line for the pickup window.
Pengalaman drive-thru yang lebih cepat
Pelanggan yang memesan lebih awal di aplikasi mobile Dunkin’ bisa melewati lajur drive-thru dan langsung ikut ke lajur jendela pengambilan pesanan.

Beverages on tap.
According to Dunkin’, “crew members will use top-quality flavor-maximizing espresso machines to make hand-crafted drinks to order.”
Minuman dari keran
Menurut Dunkin’, “kru akan menggunakan mesin espreso kualitas tinggi yang memaksimalkan rasa untuk menciptakan minuman yang biasanya disiapkan secara manual.”

Order online or at a kiosk.
Guests will be able to order with or without a crew member, and those who use the mobile app will be able to pick up their orders in a dedicated area.
Pesan secara daring atau lewat gerai
Pelanggan bisa memesan melalui atau tanpa kru, dan pelanggan yang menggunakan aplikasi mobil bisa mengambil pesanan mereka di area yang sudah disiapkan.

New uniforms.
These uniforms will also be introduced in the Quincy store, and Dunkin’ Donuts says they will be designed by lifestyle brand Life is Good.
Seragam baru.
Seragam ini juga akan diperkenalkan di gerai kota Quincy, dan Dunkin’ Donuts mengatakan seragam ini akan didesain oleh brand lifestyle Life is Good.

Greater grab-and-go selection.
For those who are in a rush, Dunkin’ plans to expand its offerings to include bottled beverages, bananas, mini oranges, applesauce, granola and more so you can grab it and go.
Pilihan pesanan luar yang lebih banyak
Bagi mereka yang terburu-buru, Dunkin’ berencana untuk menambah menu yang meliputi minuman dalam botol, pisangm jeruk mini, saus apel, granola dan lebih banyak lagi supaya bisa dipesan untuk dikonsumsi di luar gerai.

Increased energy efficiency.
According to the release, the Quincy store is designed to save 25 percent more energy than a typical Dunkin’ Donuts.
Peningkatan efisiensi tenaga
Menurut rilis pers, gerai kota Quincy didesain untuk menghemat energi 25 persen dibandingkan dengan tipikal gerai Dunkin’ Donuts.

All of these things sound good and important. Who wouldn’t want to increase energy efficiency, or have a faster drive-thru experience? But of course, all of those changes are going to be overshadowed in the short term by the company’s name change, which is intended to highlight Dunkin’s drink offerings.
Semua ini terdengar baik dan penting. Siapa yang tidak ingin meningkatkan efisiensi energi, atau memiliki pengalaman drive-thru yang lebih cepat? Tapi tentu saja, semua perubahan ini dalam jangka pendek akan dikalahkan oleh perubahan nama perusahaan, yang dimaksudkan untuk menyoroti sajian minuman Dunkin’

“The launch of our next generation concept store marks one of the most important moments in Dunkin’ Donuts’ growth as an on-the-go, beverage-led brand,” said Dave Hoffmann, president of Dunkin’ Donuts U.S. and Canada.
“Peluncuran gerai konser generasi berikutnya kami menandai salah satu momen yang paling penting dalam perkembangan Dunkin’ Donuts sebagai brand cepat-saji yang menonjolkan minuman,” kata Dave Hoffman, presiden Dunkin’ Donuts Amerika Serikat dan Kanada.

Will the gamble to transition from focusing on doughnuts to drinks pay off? Will the company change its name back within a matter of months, the way IHOP did when it briefly called itself IHOb, or will this name last another 68 years?
Akankah pertaruhan peralihan dari berfokus di donat ke minuman akan berhasil? Apakah perusahan akan mengganti kembali namanya dalam hitungan bulan, sama halnya yang dilakukan IHOP ketika mereka secara singkat mengganti nama menjadi IHOb, atau akankah nama ini akan bertahan 68 tahun lagi?