Dan Lok – 3 Reasons Why Most Entrepreneurs Fail

One of the hardest parts of entrepreneurship is knowing where to get started.
Salah satu hal tersulit dalam kewirausahaan adalah memahami bagaimana memulainya.

Everyone tells you, “go ahead and start that business,”
Semua orang memberitahumu, “Lanjut saja dan mulai usaha itu,”

or “invest in some imaginary coin,”
atau “investasi di koin imajiner,”

or “start that Shopify store in 15 minutes and it doesn’t cost you anything.”
atau “buka toko Shopify itu dalam 15 menit dan kamu tidak harus bayar apa-apa.”

Well here’s what they don’t tell you, inventory costs money.
Ini yang mereka tidak katakan padamu, inventaris butuh uang.

Or maybe it’s some digital marketing opportunities
Atau mungkin itu adalah peluang pemasaran digital

or some consulting opportunities that you can get clients overnight even though you have no experience and no credibility.
atau peluang konsultasi di mana kamu bisa mendapatkan klien dalam sekejap meskipun kamu tidak punya pengalaman dan kredibilitas.

Or maybe you have an idea,
Atau mungkin kamu punya sebuah ide,

you have a great idea but you don’t know how to get started.
kamu punya ide yang bagus tapi kamu tidak tahu bagaimana cara memulai.

So to give you some clarity,
Untuk memberimu semacam kejelasan,

I wanna share with you three reasons,
saya ingin berbagi denganmu tiga alasan,

three reasons why most entrepreneurs fail.
tiga alasan mengapa hampir semua wirausaha gagal.

Following fake gurus.
Mengikuti guru palsu.

You see, the great thing about the internet is there’s so much information out there.
Yang hebat dari internet adalah ada begitu banyak informasi di sana.

The sad thing about the internet is that nowadays everyone is an expert, everyone is a guru.
Yang menyedihkan tentang internet adalah saat ini semua orang adalah ahli, semua orang adalah guru.

They’re all telling you to do this and don’t do that,
Mereka semua menyuruhmu melakukan ini dan jangan melakukan itu,

everyone and their brother-in-law, their dog has got an e-commerce store right now.
semua orang dan ipar laki-laki mereka, anjing mereka punya toko online saat ini.

And they’re telling you to “Hey just follow my system and you’ll live the life of your dreams.”
Dan mereka berkata padamu “Hei ikuti saja sistem saya dan kamu akan meraih mimpi-mimpimu.”

My question to you is if you ask yourself,
Pertanyaan saya padamu adalah kalau kamu bertanya pada dirimu sendiri,

if you think critically,
kalau kamu berpikir dengan kritis,

what qualifies them to give you advice?
apa yang membuat mereka memenuhi syarat untuk memberimu nasehat?

Most of these so-called experts, they come and go.
Hampir semua ahli-ahli ini, mereka datang dan pergi.

I’ve seen it for so many years, right?
Saya sudah menyaksikannya bertahun-tahun.

See the name of the game is not getting rich,
Pertarungannya bukanlah “menjadi kaya”,

the name of the game is staying rich.
pertarungannya adalah “tetap menjadi kaya”.

Most of these so-called gurus or experts, they’re gonna fly by night, they do not last.
Hampir semua guru atau ahli ini, mereka tidak bisa dipercaya, mereka tidak akan bertahan lama.

It’s like fireworks.
Seperti kembang api.

A lot of noise and later on nowhere to be found.
Banyak suara tapi lalu hilang.

Isn’t it true?
Tidakkah demikian?

So if you notice,
Kalau kamu perhatikan,

who you learn from is much more important of what you learned.
dari siapa kamu belajar jauh lebih penting daripada apa yang kamu pelajari.

Are they truly proven,
Apakah mereka benar-benar terbukti,

are their models proven to work in different market conditions and in different circumstances?
apakah model mereka terbukti berhasil di kondisi pasar yang berbeda dan di situasi yang berbeda?

And if you really think deeply, really think about it, that will eliminate 99% of them.
Dan kalau kamu benar-benar memikirkannya secara mendalam, benar-benar memikirkannya, kamu akan mencoret 99% dari mereka.

And these gurus are telling you trends that might disappear overnight.
Dan guru-guru ini memberitahumu trend yang mungkin akan hilang dalam sekejap.

Then you’re building your future on quicksand instead of on a solid foundation.
Kamu membangun masa depanmu di atas pasir hisap dan bukan di fondasi yang kuat.

So ask yourself, are these trends going to be around one year, two years, three years, five years, ten years from now, that’s what you wanna focus on.
Bertanyalah pada dirimu, apakah tren-tren ini akan bertahan satu tahun, dua tahun, tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun dari sekarang, itu yang perlu kamu fokuskan.

Trying to do things in the wrong order.
Mencoba melakukan hal-hal dengan urutan yang salah.

Let’s take for example that you want to start a Shopify store,
Mari kita ambil contoh kamu ingin membuka toko Shopify,

yes it kind of doesn’t cost you a lot but inventory costs you money.
ya sepertinya tidak membutuhkan biaya banyak, tapi inventaris membutuhkan uang.

So you invest the last few thousand dollars you have, you go all in into this particular venture.
Lalu kamu menginvestasikan beberapa ribu dolar terakhirmu, kamu masukkan semuanya ke dalam usaha ini.

Hopefully, that it will work,
Dengan harapan, itu akan berhasil,

my question is, what if it doesn’t work?
pertanyaan saya, bagaimana kalau tidak?

What if it, the product, doesn’t sell?
Bagaimana jika, produk itu tidak terjual?

You put all your life savings, the little bit of money that you have, into it
Kamu menggunakan semua tabunganmu, sedikit uang yang kamu miliki, ke situ

and then now what, what do you do?
lalu sekarang bagaimana, apa yang akan kamu lakukan?

Where do you go from here?
Setelah ini ke mana kamu akan melangkah?

You see instead of doing that and putting all your eggs in one basket,
Alih-alih melakukan itu dan mempertaruhkan usahamu dalam bisnis itu,

the best thing you can do is start investing in yourself first.
hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mulai berinvestasi pada dirimu terlebih dulu.

Invest in a skill set that you can deliver to the marketplace in an exchange of money.
Investasi pada keterampilan yang bisa kamu berikan ke pasar dengan imbalan uang.

This dramatically lowers your risk.
Ini akan mengurangi resikomu secara dramatis.

And then when that is working then you can start your business.
Dan ketika itu sudah berhasil, lalu kamu bisa memulai bisnismu.

The inability to turn prospects into customers or clients.
Ketidakmampuan mengubah calon pembeli menjadi pelanggan atau klien.

Michael Gerber, from E Myth, talks about this.
Michael Gerber, penulis buku “E-Myth”, membicarakan ini.

Most people, they’re actually not entrepreneurs.
Hampir semua orang, mereka sebenarnya bukan wirausahawan.

They are technicians suffering from an entrepreneurial seizure,
Mereka adalah teknisi yang sedang terserang penyakit wirausaha,

meaning that they are very good at the technical work, at the thing,
artinya mereka sangat bagus dalam hal pekerjaan teknis,

but they don’t understand how the business works.
tapi mereka tidak paham bagaimana bisnis berjalan.

They do not know how to sell.
Mereka tidak tahu caranya menjual.

See, the number one skill that you need as an entrepreneur, as a business owner, is the ability to close.
Keterampilan nomor satu yang kamu perlukan sebagai seorang wirausahawan, sebagai seorang pemilik bisnis, adalah kemampuan menjual.

If you don’t close sales, you will not bring in revenue.
Kalau tidak berhasil menjual, kamu tidak akan menerima pendapatan.

And with low revenue, you don’t have a business.
Dengan pendapatan yang renda, kamu tidak punya bisnis.

And yet most people, they get into business without developing that skill set.
Anehnya hampir semua orang, mereka masuk ke dunia bisnis tanpa mengembangkan keterampilan itu.

Most people don’t know how to communicate.
Hampir semua orang tidak tahu cara berkomunikasi.

Fewer know how to sell, almost no one knows how to close.
Sedikit yang tahu cara menawarkan, hampir tidak ada yang tahu cara berhasil menjual.

When you can close, anyone at anytime,
Ketika kamu berhasil menjual, kepada siapapun kapanpun,

it means that you have the ability to generate revenue at any moment.
artinya kamu punya kemampuan untuk menghasilkan pendapatan setiap saat.

Then you can create revenue for your company
Kamu bisa menciptkan pendapatan untuk perusahaanmu

 

and that is the number one skill that you need to make sure that your business is successful.
dan itulah keterampilan nomor satu yang kampu perlukan utnuk memastikan bisnismu berhasil.

If you’ve made it this far, I hope you find this eye-opening
Kalau kamu menonton sampai sini, saya harap video ini menyadarkanmu

and really consider these three reasons before you go out there and start your own business.
dan kamu benar-benar mempertimbangkan tiga alasan ini sebelum kamu memulai bisnismu sendiri.

In fact I have a special gift for you.
Saya punya hadiah istimewa untuk kalian.

Instead of telling you how great it is and how great we are,
Alih-alih memberitahumu betapa hebatnya hadiah itu dan betapa hebatnya kami,

I want to help you by adding some value into your life.
saya ingin membantu kalian dengan menambahah nilai dalam hidup kalian.

I’ve put together a special four day training series
Saya sudah menyiapkan seri latihan khusus empat hari

that will teach you what I believe is the number one skill that you need in order to be successful as an entrepreneur.
yang akan mengajarimu apa yang saya yakini adalah keterampilan nomor satu yang kamu perlukan agar berhasil sebagai seorang wirausahawan.

It’s absolutely free all you have to do is click the link and get yourself registered and just put in your e-mail address.
Hadiah ini benar-benar gratis, kalian hanya perlu klik link di bawah dan mendaftarkan diri dan menuliskan alamat surel kalian.

See for yourself and see what this one skill could do for you.
Lihat sendiri dan saksikan apa yang keterampilan ini bisa lakukan untuk kalian.

This one skill that has helped more than 4,828 students of mine worldwide in over 150 countries.
Keterampilan ini telah membantu lebih dari 4.828 murid saya di seluruh dunia di lebih dari 150 negara.

Over 4,800 students can’t be wrong.
Lebih dari 4.800 murid tidak akan salah.

Click the link and see for yourself.
Klik link dan lihat sendiri.